Manfaat Mendaki Gunung

https://akadusyifa.wordpress.com/

Bagi kamu yang pecinta alam, pasti setidaknya kamu sudah merasakan menjajaki puncak gunung sedikitnya satu atau dua kali. Tidak banyak orang yang menekuni hobi mendaki gunung. Tapi bagi orang-orang yang memiliki hobi ini, pasti mengerti betapa menyenangkannya berada di puncak sebuah gunung. Dan alasan orang-orang menyukai hobi mendaki juga ada yang sama dan ada yang berbeda-beda.

Banyak sekali manfaat dan pelajaran yang bisa diambil dari hobi mendaki gunung. Karena kemarin SenyuminAja sudah sedikit bercerita tentang pengalaman pertama mendaki gunung, di artikel ini saya akan bercerita tentang alasan mengapa saya suka mendaki gunung, dan sedikit berbagi tentang manfaat dari mendaki setelah saya merasakannya.

 

Dunia itu seluas langkah kaki, jelajahi dan jangan pernah takut melangkah, hanya dengan itu kita bisa mengerti kehidupan dan menyatu dengannya. – Soe Hok Gie-

 

Kesombongan

Pertama kali saya muncak adalah saat saya duduk di kelas dua SMP. Di sekolah saya ada acara pramuka tahunan yang bernama Mukhoyam. Saat itu saya mendaki gunung Ungaran pada pukul 2 dini hari.

Normalnya, pendaki pemula akan memakan waktu dua setengah jam sampai tiga jam perjalanan menuju puncak. Tapi karena kita naik bersamaan sebanyak kurang lebih ratusan anak, kami memerlukan tiga setengah jam sampai empat jam untuk menempuh perjalanan.

Pertama kali merasakan rasanya menikmati sunrise di puncak pertama kali, saya benar benar jatuh hati. Lalu dalam hati saya ingin merasakan kembali suasananya dengan ditambah ingin merasakan rasana camping di puncak.

Maka selesai acara mukhoyam, saya bercerita kepada kakak laki-laki saya bahwa saya tertarik untuk mendaki yang keduakalinya. Beruntung saat itu kakak saya sudah berpengalaman mendaki beberapa kali, jadi kakak saya yang mempertimbangkan rencana-rencananya.

Setelah mempertimbangkan banyak hal dan mendapat izin dari orang tua, akhirnya saya, kedua kakak saya, dan teman-teman kakak laki-laki saya akan berencana mendaki gunung andong. saya dan kedua kakak saya diantar oleh bapak, ibu dan adik saya menggunakan mobil, dan bertemu rombongan lain di basecamp gunung andong.

Pertama kali melihat puncak gunung anding yang lebih rendah dari gunung ungaran, saat itu saya sempat berkata ” Ini nih gunungnya? kok lebih rendah dari ungaran ya? waahh, gampang nih !”.

Mendengar saya berkata seperti itu, kakak laki-laki saya mengingatkan saya untuk tidak berkata mudah terlebih dahulu sebeum mencoba karena saya juga masih termasuk pendaki pemula.

Seperti yang sudah sedikit ceritakan di artikel sebelumnya yang berjudul “43 istilah yang biasa digunakan pendaki….”, selama perjalanan teman-teman kakak aki-laki saya mengejek saya yang tidak tahu apa-apa tentang istilah-istilah pendakian. Selain itu, saya merasakan perbedaan pendakian pertama dan pendakian kedua saya.

 

https://www.infopendaki.top/

 

Saya berpikir, mungkin karena saat mendaki pertama kali saya tidak membawa barang terlalu banyak, sedangkan kali itu saya membawa satu tas gunung. Tapi setelah direnung-renung, saya sempat terlintas oleh kesombongan saya sebelum memulai pendakian.

Saya jadi membatin dalam hati, benar kata kakak laki-laki saya, seharusnya saya tidak merasa menggampangkan sesuatu yang belum tentu itu benar-benar mudah sebelum saya mencoba. Dan hal ini menjadikan saya sebuah pelajaran bagi saya.

 

Kekuatan bukan pada otot, tetapi pada mental. Keberanian bukan pada tekad, tetapi pada niat. – @edelweissbasah –

 

Puncak Gunung Kedua

Setelah dua setengah jam menempuh perjalanan, walaupun kelebihan setengah jam dari waktu normal, akhirnya kami sampai juga di puncak. Kami pun langsung mendirikan tenda karena cuaca yang gerimis.

Sambil menikmati suasana di puncak pada malam hari, kakak laki-laki saya mengajak saya dan kakak perempuan saya memasak pop mie dan minuman. Melihat pemandangan malam yang bertabur begitu banyak bintang, setelah cuaca tidak berawan, saya lagi-lagi di buat jatuh hati.

Karena saya tidak merasakan berkemah di puncak gunung saat pendakian pertama, maka merasakan serunya bermalam di atas puncak gunung benar-benar pengalaman yang menyenangkan bagi saya. Meski kedinginan di malam harinya karena angin, tapi semua terbayar saat pagi harinya dengan menikmati sunrise yang menakjubkan.

Setelah merasa jatuh hati dengan puncak gunung, membuat saya merencanakan pendakian yang selanjutnya, juga membuat target puncak gunung yang nantinya akan saya kunjungi.

 

https://www.infopendaki.top/

 

Alasan Menyukai Mendaki

Setelah merasakan dua kali mendaking gunung, saya menemukan beberapa alasan kenapa akhirnya saya tertarik lagi untuk mendaki gunung kembali.

  1. Menikmati sunrise

Hal ini merupakan alasan yang paling sering di temukan dari pendaki gunung. Karena sudah terbiasa melihat matahari terbit di dataran rendah, maka beralihlah melihat sunrise dari atas gunung.

Pemandangan matahari yang baru terbit di kelilingi oleh awan merupakan target foto yang memuaskan bagi para pencari sunrise.

https://www.kompasiana.com/
  1. Pemandangan malam hari

Bagi orang-orang yang tinggal di tengah kota seperti saya, pemandangan malam merupakan keindahan tersendiri saat melihatnya dari atas gunung. Jika cuaca sedang mendukung, maka sejauh mata memandang adalah langit yang penuh bertaburan oleh bintang.

https://www.gotravelly.com/
  1. Mencoba hal baru

Bagi saya yang terlahir sebagai seorang gadis, dank arena memiliki banyak sepupu laki-laki, bisa mendaki gunung merupakan tantangan tersendiri bagi saya. Dan mencoba hal baru seperti pendakian adalah tantangan yang membuat saya bisa mengukur kemampuan saya dalam berjuang menuju puncak.

  1. Ingin membuktikan diri sendiri

Sama halnya dengan mencoba sesuatu yang baru, dengan mendaki saya ingin melihat sejauh mana saya bisa berjuang dan tidak pantang menyerah sebelum sampai titik terakhir yaitu di puncak gunung.

 

Naiklah ke semua puncak gunung semampumu, sampai Kamu tahu bahwa puncak terbaik adalah kesabaran. -anonim-

 

Manfaat dari Mendaki Gunung

 

Setelah akhirnya merasakan perjalanan mendaki gunung beberapa kali, saya menemukan beberapa manfaat dari kegiatan yang satu ini. Berikut beberapa manfaatnya menurut SenyuminAja :

  1. Menaklukkan kesombongan

Seperti yang pernah saya ceritakan diatas saat kedua kalinya saya akan mendaki, saya menjadi merasa besar kepala karena pernah menaklukkan satu puncak gunung. Dan saya merasakan hukumannya saat perjalanan naik gunung.

Saya sempat melupakan bahwa pertamakali naik gunung saya tidak membawa barang apa-apa, sedangkan saat yang kedua kalinya saya membawa satu tas gunung tanggung dengan barang-barang penting di dalamnya.

Maka karena perbedaan beban di tubuh itulah yang membuat saya cepat lelah di pendakian yang kedua, sampai kakak laki-laki saya membawakan barang tanggungan saya. Maka menaklukkan keegoisan adalah hal yang wajib kamu latih dan lakukan jika mendaki gunung.

  1. Lebih bertanggung jawab dan mencintai alam

Mendaki gunung akan membuat kita jadi lebih mencintai dan menghargai alam. Kenapa? Karena ada peraturan tidak tertulis di setiap gunung, bahwa semua sampah yang kita hasilkan di atas gunung harus dibawa turun dan di buang di bawah agar tidak mengotori puncak.

Dan juga peraturan di setiap gunung yang teradapat bunga edelweis di atas, tidak seorangpun boleh mencabutnya apa lagi sampai membawanya pulang. Jika kmu ketahuan mencabut bunga itu oleh pencinta alam dan pendaki sejati, pasti langsung kena omel dan diminta untuk denda deh!

https://hellosehat.com/
  1. Menguatkan rasa solidaritas antar sesama

Karena mendaki lebih sering dilakukan secara bersama-sama, maka secara otomatis pasti dibutuhkan adanya kerja tim dan rasa solidaritas bersama. Dengan mendaki, akan diajarkan agar kamu bisa mengalahkan egomu.

Kamu diajarkan untuk lebih peka dengan orang lain disekitarmu yang lebih membutuhkan. Semisal, kamu adalah seorang yang sudah beberapa kali mendaki lalu satu kelompok dengan orang yang pertama kali mendaki.

Saat dia merasa cepat kelelahan, kamu tidak bisa mengatakan bahwa dia lemah. Karena tidak adil baginya yang baru pertama merasakan menjad pendaki. Begitupun jika saat dia kehausan tapi air kita tinggal sedikit, maka seharusnya kamu lebih bisa mengalah.

  1. Lebih dekat dengan Tuhan Yang Maha Esa

 

Jangan pernah ragukan kemampuanmu jika masih ada Tuhan dalam hatimu.
-Adam Dhamanhuri-

 

Yang satu ini lebih mengarah menguji kepada seberapa kuat iman kita. Kita akan melihat apakah kita masih melaksanakan kewajiban bagi seorang hamba jika sudah berada di puncak.

Kenapa? Karena tidak mudah beribadah di atas cuaca berangin, dingin dan banyak orang bermondar-mandir. Dengan kegiatan mendaki, kamu bisa lebih intropeksi diri sendiri tentang kedekatanmu dengan Tuhan.

https://www.superadventure.co.id/

Pelajaran dari Puncak

Sebenarnya masih banyak sekali hal-hal yang bisa kita dapatkan dari menjadi seorang pendaki gunung. Tapi saya hanya membagi beberapa hal saja sesuai dengan apa yang saya alami setelah memiliki pengalaman mendaki.

Jadi, walaupun kalian tidak pernah mendaki pun, jangan pernah meremehkan seorang pendaki yang sudah berjuang hingga berhasil mencapai puncak suatu gunung.

https://www.cikimm.com/

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *