PINDAH RUMAH

Rumah dalam kehidupan manusia menjadi kebutuhan yang sangat mendasar. Rumah adalah tempat tinggal sekaligus tempat perlindungan. Tanpa rumah tentu tidak ada istilah pulang dimana ada orang-orang menunggu kedatangan kita dan bercengkrama dengan keluarga.

Seperti kata pepatah “Rumahku adalah istanaku”, sudah seharusnya rumah sendiri merupakan tempat tinggal paling nyaman bagi setiap orang. Meskipun tidak bisa dibilang bagus atau mewah, rumah yang ditinggali tetap akan menjadi tempat kita pulang.

Namun, pernah kah kamu merasakan berbagai macam suasana dan kondisi rumah karena sering berpindah-pindah?

Di artikel kali ini, senyuminaja ingin berbagi cerita tentang pengalaman menjadi keluarga yang berpindah rumah beberapa kali.

https://www.pngdownload.id/

Rumah Pertama

Saya merupakan anak yang dilahirkan di kota tempat ibu saya berasal, yaitu Kebumen. Tapi karena bapak saya berasal dari Magelang, tentu saja kota saya ikut di Magelang. Saya merupakan satu-satunya anak dari empat bersaudara yang lahir di kota asal ibu saya.

Setelah saya berumur 1 bulan, barulah saya dibawa menuju ke kota Magelang. Rumah pertama saya merupakan rumah yang dikontrak sejak kakak pertama saya lahir.

Rumah pertama yang saya rasakan adalah tanah milik sebuah kelompok masyarakat yang kebetulan pengelolanya merupakan kenalan bapak saya. Tanahnya sendiri memiliki luas sekitar 500 meter. Tapi jangan bayangkan bagian rumah saya juga sangat luas, ya.

Berikut merupakan gambaran denah tanah yang saya tinggali dulu saat kecil

denah rumah pertama

Lingkungannya memiliki tiga bagian bangunan di sebelah utara, timur, dan selatan. Terdapat tiga ruangan yang luas di bangunan utara. Tempat keluarga kami menempati ruamgan di ujung kanan. Kami juga menggunakan area kamar mandi dan jemuran di bagian pojok kanan atas.

Ruangan bangunan utara paling pojok kiri ditempati oleh sebuah keluarga kecil yang menjadi tetangga kami, sekaligus menjadi salah satu pengurus tanahnya. Sedangkan bangunan bagian timur terdiri dari banyak ruangan sehingga pernah dijadikan sebagai kamar kos-kosan mahasiswa.

Lalu bangunan selatan terdapat beberapa bagian ruangan dan satu ruangan luas sebagai aula kalau saya tidak salah ingat. Saya tidak terlalu ingat bagian bangunan ini karena jarang memasukinya. Garis tipis bagian bawah merupakan pagar depan dengan 2 gerbang disisi kanan dan kiri.

Sedangkan yang bagian kosong merupakan jalan luas, jalan sebelah kanan dilapisi batu pafing. Sedangkan jalan tengah sampai kekiri berupa tanah. Terdapat dua pohon kresen di depan bangunan utara dekat rumah kami dan satunya di depan rumah tetangga kami.

Rumah kami mendapat bagian sekitar kurang lebih 9-10 kali 7-8 meter. Terdapat ruang dapur, dua kamar tidur untuk orangtua dan kami anak-anak, ruang tv dan ruang keluarga, ruang tamu, ruang computer, dan ruangan kecil untuk lemari piring dan meja makan.

 

Dimana ada seseorang yang menunggu dan memikirkanmu, disanalah tempatmu bisa “pulang”

 

Pindahan Pertama

Rumah pertama yang saya rasakan dulu masih menjadi rumah favorit saya hingga saat ini. Selain luas, saya memiliki banyak teman masa kacil saat tinggal disana. Teman masa kecil saya dari dua keluarga yang berbeda.

Tapi masing-masing orangtua mereka juga merupakan teman dari orangtua saya. Seringkali kami menginap bergantian di rumah saya ataupun di rumah mereka. Selain itu juga, sepupu-sepupu saya juuga sering bermain ke tempat kami karena halamannya yang luas.

Saya benar-benar sudah merasakan kenyamanan di rumah pertama waktu itu. Hingga saat saya kelas satu SD tak lama setelah adik saya terlahir, orangtua saya mengabarkan bahwa saya akan pindah rumah karena masa kontrakan yang telah selesai dan tidak bisa di perpanjang.

Waktu itu saya merasa sedih sekali karena rumah saya dan sahabat kecil saya tidak berdekatan lagi. Belum lagi, karena rumah yang kedua nantinya sangat berjauhan, kemungkinan kami hanya bisa bertemu di sekolahan saja karena beruntungnya kami masih satu sekolah.

Saat mulai pindahan, keluarga kami dibantu oleh beberapa tetangga dan keluarga teman bapak saya. Saat melihat rumah baru yang akan ditinggali, saat itu saya merasa sedih karena tidak seluas rumah pertama saya.

Rumah kedua ini merupakan rumah kedua milik bulek saya alias adik kandung bapak saya yang di kontrakkan kepada kami. Rumahnya terdiri dari dua lantai. Luasnya sekitar 4 kali 5-6 meter.

Lantai pertama terdapat 4 ruangan berukuran 2 kali 2 meter dan satu kamar mandi. Lantai kedua terdapat satu ruangan dan dapur sekaligus tempat mesin pencuci baju. Di rumah kedua ini berdekatan dengan rumah pakdhe pertama saya. Jadi kadang-kadang saya dan kakak-kakak saya sering bersilaturahmi ke sana.

Yang saya tidak suka dari tempat tinggal yang kedua adalah tempatnya yang di perumahan, dan tidak ada tetangga yang seumuran dengan saya.

https://rumahhokie.com/

Pindahan Kedua

Tinggal di rumah lantai dua ternyata hanya bertahan 2 tahun saja. Setelah itu, bapak saya mengabarkan bahwa beliau dapat rumah kontrakan yang dekat dengan sekolah PAUD tempat ibu saya mengajar.

Berarti saat itu saya berumur sembilan tahun dan duduk di kelas tiga SD. Dan saat pindahan yang kedua itu, entah kenapa saya merasa sedikit senang karena rumah yang ketiga lumayan dekat jaraknya dengan rumah pertama dulu. Yang berarti saya dan teman kecil saya masih bisa bertemu dengan menggunakan sepeda kayuh.

Saat pindahan kedua ini memerlukan beberapa hari karena saat itu orangtua saya sedang sibuk. Karena rumah bulek saya akan digunakan anaknya yang juga sepupu saya, maka terpaksa kami mengejar waktu di sela-sela kesibukan orangtua.

Saat pindahan, saya sempat mampir ke rumah teman-teman kecil saya dan mengajak mereka untuk melihat rumah kontrakan saya.

Yang saya sukai di rumah ketiga itu adalah karena lumayan dekat dengan rumah teman-teman kecil saya, dekat dengan PAUD ibu saya, terdapat lapangan kecil di depan rumah, tetangga yang menyenangkan, dan teman main bareng walaupun lebih tepatnya adalah teman seumuran kakak laki-lakiku

Selain lingkungan yang menyenangkan, rumah yang kami tinggali hampir seluas rumah pertama. Ruang tv sekaligus ruang keluarganya luas, terdapat 4 ruangan yang bisa dijadikan kamar, satu ruangan untuk sholat, ruangan kecil sebagai gudang dalam, dapur, satu toilet, satu kamar mandi, satu ruang mesin cuci, dan gudang luar.

 

Rumah adalah tempat kau menitipkan hatimu, agar kau memiliki alasan untuk pulang

-Anggun Prameswari-

 

Pindahan terakhir

Tapi ternyata, setelah saya juga mulai merasa nyaman di rumah yang ketiga karena sudah kurang lebih 7 tahun disana, bapak saya memberitahu bahwa kita akan melakukan pindahan lagi.

Saat itu saya sudah duduk dikelas dua SMA. Dan karena saya bersekolah di asrama, saya baru tahu bahwa kami akan pindah pada saat bapak saya mulai merenovasi rumah nenek kami.

Ya, jadi rumah tujuan kami berikutnya adalah rumah nenek kami alias rumah ibu kandung bapak saya. Bapak saya berkata bahwa nenek ingin sekali tinggal dengan salah satu keluarga anaknya.

Dan karena yang paling memungkinkan adalah bapak saya, maka bapak saya mulai merencanakan berbagai macam keperluannya seperti merenovasi rumah nenek agar bisa ditinggali oleh kami juga nantinnya.

Rumah ini sekaligus rumah tujuan terakhir karena rumahnya bukan rumah kontrakan, melainkan rumah milik nenek sendiri.

Yang direnovasi dari rumah ini adalah, menambahkan dua tingkat diatasnya. Lantai pertama merupakan ruang tamu utama dan kamar nenek berada, kamar mandi, toilet, dan juga dapur kecil.

Lantai ke dua terdapat satu kamar untuk orangtua saya, satu kamar untuk saya dan kakak pertama saya, ruang tv sekaligus tempat tidur adik saya dan kakak kedua saya, satu kamar mandi dan dapur kecil.

Lantai ke tiga adalah tempat mencuci baju dan jemuran, juga terdapan kandang burung merpati milik bapak saya.

Beruntung karena saya dan kakak-kakak saya jarang dirumah, maka luas yang seadanya tidak terlalu berpengaruh untuk kami. Meski memang akan terasa sempit disaat semua anggota keluarga sedang berkumpul di rumah.

Sampai saat ini saya masih tinggal bersama nenek saya.

https://id.pinterest.com/

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *