43 Istilah Pendakian dan yang Perlu Diperhatikan Pemula dalam Mendaki

http://shelter3.blogspot.com/

“Beranilah untuk memulai sesuatu karena, kita tidak akan pernah tahu diri kita bila tidak pernah mencobanya.”

 

Bagi para pecinta alam, objek seperti gunung, hutan, pantai, gurun, padang rumput, atau danau akan menjadi tempat yang sangat menarik untuk dijelajahi. Salah satunya adalah menjajaki gunung alias mendaki.

Mendaki gunung merupakan salah satu kegiatan yang tidak pernah sepi peminat bagi para pecinta alam. Setidaknya dalam hidup mereka, minimal pernah satu kali mendaki gunung dalam hidup mereka.

Akan tetapi, mendaki gunung bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan sambil lalu. Butuh kesiapan fisik, mental, juga waktu jika ingin merencanakan pendakian ke sebuah gunung.

Kamu harus memastikan bahwa kamu telah mempunyai cukup istirahat sebelum mendaki. Agar di saat pendakian tidak mudah lelah dan tidak mudah menyerah di tengah perjalanan menuju puncak.

Selain kebugaran fisik, tentunya kesiapan mental juga sangat diperlukan untuk mendaki gunung. Walaupun kamu sudah siap di bidang fisik, tapi jika lemah di bidang mental, maka kamu akan cepat menyerah dan bosan saat merasa lama sekali untuk mencapai puncak.

Juga selain kesiapan fisik dan mental, kamu harus bisa meluangkan waktumu untuk merencanakan pendakian. Karena tidak mudah bagi seseorang yang waktu hariannya masih sangat produktif seperti seorang murid, mahasiswa, dan pekerja.

Tapi bagi kamu yang belum pernah naik gunung dan ingin mendaki, tidak perlu khawatir teman, disini penulis senyumin aja akan membahas beberapa kata yang harus diketahui bagi kamu yang ingin sekedar mendaki gunung, atau ingin menekuni hobi mendaki.

“Kelemahan setiap orang adalah mengalahkan egonya. Oleh karena itu, cobalah naik ke gunung maka kau akan belajar untuk mengalahkannya.”

Sedikit Cerita

 

Saat menulis artikel ini, saya sudah pernah mendaki gunung sebanyak empat kali dengan tiga kali mengulang mendaki gunung yang sama.

Pertama kali merasakan “muncak” yaitu di kelas satu SMP saat acara mukhoyam. Saat itu karena sebagian besar kami para murid juga baru merasakan pertamakalinya mendaki, jadi kami tak perlu menghawatirkan istilah-istilah pendakian yang harus diketahui.

Tapi saat saya mendaki untuk kedua kalinya bersama kakak-kakak saya dan teman-teman kakak laki-laki saya, saya merasa tidak paham dengan kata-kata yang beberapa kali baru saya dengar.

Kakak laki-laki saya berkata jika itu merupakan istilah-istilah yang biasanya ada saat mau mendaki atau saat pendakian itu sendiri.

Saat itu saya masih biasa saja jika tidak mengerti dengan kata-kata yang membingungkan. Tapi sempat di peristirahatan pos ke dua, salah satu teman kakak laki-laki saya mengejek karena berulang kali bertanya kepada kakak saya jika tidak mengerti apa yang diucapkan mereka.

Saat itu saya benar-benar merasa malu dan sebal. Malu karena terlalu banyak bertanya, dan sebal karena teman kakak saya tidak mau mengerti jika saya masih pemula.

Nah sejak saat kejadian itu dan saat kakak laki-laki saya mengajak saya mendaki lagi, saya mulai mencari di internet tentang istilah-istilah yang biasa digunakan dalam pendakian.

“Puncak gunung itu seperti cita-cita. Saat kita melangkah kita harus berdo’a terlebih dahulu, karena kita akan merasakan jatuh dan bangkit berulang kali dan dari situlah kita menunjukkan jati diri kita sebenarnya.”

https://www.pendakicantik.com/

Istilah Pendakian

 

Nah, bagi kamu yang masih pemula dan tidak ingin merasakan dihina oleh kakak senior pendaki kamu, pahami arti kata-kata yang akan dijelaskan dibawah ini agar kamu bisa nyambung saat bergabung dengan beberapa orang yang sudah sering mendaki.

Berikut beberapa istilah yang sering digunakan dalam pendakian :

  1. Simaksi : Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi
  2. Logistik : persediaan bahan makanan
  3. Mountaineering :  kegiatan mendaki gunung dan menyusuri hutan dengan menerapkan materi-materi yang dibutuhkan selama pendakian.
  4. Treking : perjalanan panjang dengan berjalan kaki
  5. Ekspedisi : perjalanan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu
  6. Keril : berasal dari kata “carrier” yang berarti ransel gunung berukuran besar.
  7. Daypack : ransel gunung yang berukuran kecil.
  8. Rock : istilah rockdigunakan untuk menandakan adanya batu yang meluncur dari atas. Jadi ketika ada pendaki berteriak “Rock! Rock! Segeralah mencari posisi yang aman.
  9. Tik-tok : naik turun gunung dalam sehari
  10. Crampon : logam yang ditempelkan di telapak sepatu guna mendaki gunung es.
  11. Harness : Pengikat tubuh dari pita webbing yang berfungsi untuk menyelamatkan pemanjat tebing yang jatuh dari kemungkinan cedera parah.
  12. Gaiter : pelindung sepatu dan kaki yang berfungsi untuk menjaga sepatu dari masuknya kerikil, batu, debu, lumpur.
  13. Trekking Pole : tongkat hikingyang terbuat dari bahan alumunium.
  14. Buff : masker atau slayerserbaguna yang bisa dijadikan masker, penutup kepala dan sebagainya.
  15. Taslan : bahan yang tergolong anti air yang sering digunakan sebagai bahan jaket.
  16. Goretex : Salah satu bahan jaket yang paling kuat dan anti air.
  17. Polar : bahan jaket dengan lapisan serat seperti kapas.
  18. Sleeping Bag : kantong tidur yang biasanya terdapat penutup kepalanya juga.
  19. Tali Prusik : tali kecil berukuran 3-6 mm, memiliki banyak fungsi.
  20. Flysheet : tenda pendukung yang biasanya digunakan sebagai penutup bagian atas tenda.
  21. Frame : rangka pada tenda
  22. Nesting : berasal dari Bahasa inggris “nest” yang artinya sangkar. Dalam pendakian nesting diartikan sebagai panic unutk memasak
  23. Opsi : operasi bersih-bersih gunung
  24. Ranger : penjaga taman nasional
  25. Porter : pemandu perjalanan sekaligus orang membantu membawa barang.
  26. Bonus : trek tanpa tanjakan
  27. Shelter : tempat istirahat yang biasanya bisa digunakan untuk tempat bermalam.
  28. Pos : tempat singgah atau lokasi istirahat sementara.
  29. Double M : sebutan untuk Gunung Merapi dan Merbabu.
  30. Triple S : sebutan untuk Gunung Sindoro, Sumbing, dan Slamet.
  31. Survival : bertahan hidup dalam kondisi tak menentu.
  32. Hiking : berjalan kaki di alam bebas.
  33. HeadLamp : lampu atau senter yang bisa diletakkan di kepala.
  34. Survivor : orang yang bertahan hidup
  35. Survival KIT : merupakan kotak yang berisi segala macam alat yang kelak akan berguna apabila kita melakukan survival.
  36. Hipo : Hipo termasuk singkatan dari hipotermia. Hipotermia adalah suatu kondisi di mana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin.
  37. Bivak : sebuah tenda sederhana yang digunakan sebagai tempat istirahat sementara saat mendaki gunung.
  38. Leader : seorang pemimpin dalam rombongan pendakian
  39. Sweeper : biasanya berada di posisi paling belakang dalam rombongan. Tugas sweeper biasanya bertugas untuk memastikan bahwa tak ada barang pendaki maupun pendaki yang tertinggal dalam rombongan.
  40. SAR (Searchand Rescue) : Kegiatan kemanusiaan untuk mencari dan memberikan pertolongan kepada manusia yang dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam musibah-musibah seperti pelayaran, penerbangan, dan bencana.
  41. Ranjau : biasanya mengacu pada kotoran manusia.
  42. Webbing : pita atau nilon berukuran lebar bervariasi yang kekuatannya menyamai tali untuk memanjat tebing, hanya saja tidak mempunyai daya lentur.
  43. Ultralight Hiking : cara atau teknik melakukan perjalanan kea lam bebas dengan membawa peralatan dan perbekalan ringan tapi tetap berkualitas tanpa meninggalkan safety prosedur serta kenyamanan selama di alam bebas.

 

https://hellosehat.com/

 

Hal yang Perlu Diperhatikan Bagi Pemula

 

 “Dunia itu seluas langkah kaki. Jelajahi dan jangan takut melangkah. Hanya dengan itu kita bisa mengerti kehidupan dan menyatu dengannya.” -Soe Hok Gie

 

Setelah mendaki gunung sebanyak empat kali, banyak hal-hal yang mulai saya pahami dalam pendakian, termasuk persiapan-persiapan apa yang harus dilakukan jika ingin mendaki.

Bagi kalian baru pertamakali akan mencoba mendaki sebuah gunung, sebaiknya perhatikan hal-hal di bawah ini.

Pertama, carilah informasi mengenai kegiatan pendakian mulai dari teknik memasang tenda, cara menata barang bawaan pendakian, seberapa tinggi gunung yang akan kalian capai, dan lain sebagainya.

Kedua, mulailah mendaki gunung dengan ketinggina rendah yang dapat kamu capai. Jangan sekali-kalinya jika kamu belum pernah mendaki gunung, kmu ingin langsung mendaki gunung dengan tingkat ketinggian yang tinggi, seperti Gunung Kerinci contohnya.

Ketiga, mendakilah setidaknya dengan satu orang yang sudah pernah mendaki sedikitnya tiga kali dan salah satu gunung yang pernah dia daki adalah gunung yang akan menjadi tujuanmu.

Keempat, mulailah dengan membawa beban-beban yang ringan dan yang paling penting saja. Di anjurkan kamu mendaki sedikitnya dengan rombongan empat orang agar bisa saling membagi tugas barang bawaan.

Lalu untuk pendakian selanjutnya silahkan menambah beban sedikit demi sedikit sampai kamu terbiasa membawa bebab saat mendaki.

 

Jangan Menyerah di Tengah

 

Naaah, mungkin segitu dulu hal-hal yang dapat saya bagi kepada pembaca. Jangan lupa untuk tidak pernah menyerah dalam berjuang untuk mencapai sesuatu begitupun dalam mendaki.

Jangan berhenti di tengah perjalanan mendaki jika kalian belum menuntaskan sampai ke puncak gunung, karena jika justru memilih mundur, kita sendiri yang rugi. Sudah menghabiskan banyak persiapan uantuk perjalanan naik gunung, tapi malah tidak sampai ke puncaknya.

https://www.jiwamuda.id/

1 komentar untuk “43 Istilah Pendakian dan yang Perlu Diperhatikan Pemula dalam Mendaki”

  1. Ping-kembali: Manfaat Mendaki Gunung - SenyuminAja

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *